<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abu Rabbani Al Bughizy</title>
	<atom:link href="http://aburabbani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aburabbani.wordpress.com</link>
	<description>Ahlus Sunnah Wal Jama&#039;ah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 06:32:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aburabbani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abu Rabbani Al Bughizy</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aburabbani.wordpress.com/osd.xml" title="Abu Rabbani Al Bughizy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aburabbani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Macam &#8211; Macam Do&#8217;a Istiftah</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/23/macam-macam-doa-istiftah-2/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/23/macam-macam-doa-istiftah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 06:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih dan Muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ust. Yulian Purnama Bismillah, Doa Istiftah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah. Hukum Membaca Doa Istiftah Hukum membacanya adalah sunnah. Diantaranya dalilnya adalah hadist dari Abu Hurairah: كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=132&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh : Ust. Yulian Purnama</p>
<p style="text-align:justify;">Bismillah,<br />
Doa Istiftah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah.</p>
<p>Hukum Membaca Doa Istiftah</p>
<p>Hukum membacanya adalah sunnah. Diantaranya dalilnya adalah hadist dari Abu Hurairah:</p>
<p>كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: ” أقول: … ” فذكره</p>
<p><span id="more-132"></span>“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:… (beliau menyebutkan doa istiftah)” (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Setelah menyebut beberapa doa istiftah dalam kitab Al Adzkar, Imam An Nawawi berkata: “Ketahuilah bahwa semua doa-doa ini hukumnya mustahabbah (sunnah) dalam shalat wajib maupun shalat sunnah” (Al Adzkar, 1/107).</p>
<p>Demikianlah pendapat jumhur ulama, kecuali Imam Malik rahimahullah. Beliau berpendapat, yang dibaca setelah takbiratul ihram adalah الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ yaitu surat Al Fatihah. Tentu saja pendapat beliau ini tidak tepat karena bertentangan dengan banyak dalil.</p>
<p>Macam-macam Doa Istiftah</p>
<p>Ada beberapa macam jenis doa istiftah yang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan sahabatnya, berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih.</p>
<p>Berikut ini macam-macam doa istiftah yang shahih, berdasarkan penelitian Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah terhadap dalil-dalil doa istiftah, yang tercantum dalam kitab beliau Sifatu Shalatin Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:</p>
<p>Pertama</p>
<p>اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ</p>
<p>“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)</p>
<p>Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat fardhu. Doa ini adalah doa yang paling shahih diantara doa istiftah lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (2/183).</p>
<p>Kedua</p>
<p>وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ</p>
<p>“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu” (HR. Muslim 2/185 – 186)</p>
<p>Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat fardhu dan shalat sunnah.</p>
<p>Ketiga</p>
<p>اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ</p>
<p>“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”. (HR. An Nasa-i, 1/143. Di shahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/251)</p>
<p>Keempat</p>
<p>إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ</p>
<p>“Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)</p>
<p>Kelima</p>
<p>سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ</p>
<p>“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau” (HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi 1/282, Ibnu Maajah 1/268. Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)</p>
<p>Doa ini juga diriwayatkan dari sahabat lain secara marfu’, yaitu dari ‘Aisyah, Anas bin Malik dan Jabir Radhiallahu’anhum. Bahkan Imam Muslim membawakan riwayat :</p>
<p>أن عمر بن الخطاب كان يجهر بهؤلاء الكلمات يقول : سبحانك اللهم وبحمدك . تبارك اسمك وتعالى جدك . ولا إله غيرك</p>
<p>“Umar bin Khattab pernah menjahrkan doa ini (ketika shalat) : (lalu menyebut doa di atas)” (HR. Muslim no.399)</p>
<p>Demikianlah, doa ini banyak diamalkan oleh para sahabat Nabi, sehingga para ulama pun banyak yang lebih menyukai untuk mengamalkan doa ini dalam shalat. Selain itu doa ini cukup singkat dan sangat tepat bagi imam yang mengimami banyak orang yang kondisinya lemah, semisal anak-anak dan orang tua.</p>
<p>Keenam</p>
<p>سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ</p>
<p>3x لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ</p>
<p>3x اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا</p>
<p>“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x), Allah Maha Besar (3x)” (HR.Abu Daud 1/124, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)</p>
<p>Ketujuh</p>
<p>اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا</p>
<p>“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (HR. Muslim 2/99)</p>
<p>Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahu’anhu, ia berkata:</p>
<p>بينما نحن نصلي مع رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ إذ قال رجل من القوم: … فذكره. فقال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” عجبت لها! فتحت لها أبواب السماء “. قال ابن عمر: فما تركتهن منذ سمعت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول ذلك</p>
<p>“Ketika kami shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ada seorang lelaki yang berdoa istiftah: (lalu disebutkan doa di atas). Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lalu bersabda: ‘Aku heran, dibukakan baginya pintu-pintu langit‘. Ibnu Umar pun berkata:’Aku tidak pernah meninggalkan doa ini sejak beliau berkata demikian’”.</p>
<p>Kedelapan</p>
<p>الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ</p>
<p>“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian yang penuh keberkahan di dalamnya” (HR. Muslim 2/99).</p>
<p>Hadits tersebut diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallahu’anhu, ketika ada seorang lelaki yang membaca doa istiftah tersebut, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>لقد رأيت اثني عشر ملكاً يبتدرونها ؛ أيهم يرفعها</p>
<p>“Aku melihat dua belas malaikat bersegera menuju kepadanya. Mereka saling berlomba untuk mengangkat doa itu (kepada Allah Ta’ala)”</p>
<p>Kesembilan</p>
<p>اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ</p>
<p>“Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal. Kepada-Mu lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau” (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184)</p>
<p>Doa istiftah ini sering dibaca Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam ketika shalat malam. Namun tetap masyru’ juga dibaca pada shalat wajib dan shalat yang lain.</p>
<p>Kesepuluh</p>
<p>اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ</p>
<p>“Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang Engkau kehendaki” (HR. Muslim 2/185)</p>
<p>Doa istiftah ini juga sering dibaca Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam ketika shalat malam. Namun tetap masyru’ juga dibaca pada shalat wajib dan shalat yang lain.</p>
<p>Kesebelas</p>
<p>10x الله اكبر</p>
<p>10x الحمد لله</p>
<p>10x لا اله الا الله</p>
<p>10x استغفر الله</p>
<p>10x اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ،وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي</p>
<p>10x اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الضِّيقِ يَوْمَ الْحِسَابِ</p>
<p>“Allah Maha Besar” 10x</p>
<p>“Segala pujian bagi Allah” 10x</p>
<p>“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah” 10x</p>
<p>“Aku memohon ampun kepada Allah” 10x</p>
<p>“Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, dan berilah aku kesehatan” 10x</p>
<p>“Ya Allah, aku berlindung dari kesempitan di hari kiamat” 10x</p>
<p>(HR. Ahmad 6/143, Ath Thabrani dalam Al Ausath 62/2. Dihasankan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/267)</p>
<p>Kedua Belas</p>
<p>اللَّهُ أَكْبَرُ [ثلاثاً] ، ذُو الْمَلَكُوتِ، وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ</p>
<p>“Allah Maha Besar” 3x</p>
<p>“Yang memiliki kerajaan besar, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan” (HR. Ath Thayalisi 56, Al Baihaqi 2/121 – 122)</p>
<p>Adab Membaca Doa Istiftah</p>
<p>Beberapa adab membaca doa istiftah dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar (1/107) :</p>
<p>Disunnahkan menggabung beberapa doa istiftah, dalam shalat yang sendirian. Atau juga bagi imam, bila diizinkan oleh makmum. Jika makmum tidak mengizinkan, maka jangan membaca doa yang terlalu panjang. Bahkan sebaiknya membaca yang singkat. Imam An Nawawi nampaknya mengisyaratkan hadits:<br />
إذا أم أحدكم الناس فليخفف . فإن فيهم الصغير والكبير والضعيف والمريض . فإذا صلى وحده فليصل كيف شاء</p>
<p>“Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan shalatnya. Karena di barisan makmum terdapat anak kecil, orang tua, orang lemah, orang sakit. Adapun jika shalat sendirian, barulah shalat sesuai keinginannya” (HR.Muslim 467)</p>
<p>Jika datang sebagai makmum masbuk, tetap membaca doa istiftah. Kecuali jika sudah akan segera ruku’, dan khawatir tidak sempat membaca Al Fatihah. Jika demikian keadaannya, sebaiknya tidak perlu membaca istiftah, namun berusaha menyelesaikan membaca Al Fatihah. Karena membaca Al Fatihah itu rukun shalat.<br />
Jika mendapati imam tidak sedang berdiri, misalnya sedang rukuk, atau duduk di antara dua sujud atau sedang sujud, maka makmum langsung mengikuti posisi imam dan membaca sebagaimana yang dibaca imam. Tidak perlu membaca doa istiftah ketika itu.<br />
Para ulama Syafi’iyyah berbeda pendapat mengenai anjuran membaca doa istiftah ketika shalat jenazah. Menurut An Nawawi, yang lebih tepat adalah tidak perlu membacanya, karena shalat jenazah itu sudah selayaknya ringan.<br />
Membaca doa istiftah itu hukumnya sunnah, tidak wajib. Jika seseorang meninggalkannya, tidak perlu sujud sahwi.<br />
Yang sesuai sunnah, doa istiftah dibaca dengan sirr (lirih). Jika dibaca dengan jahr (keras) hukumnya makruh, namun tidak membatalkan shalat.<br />
Demikian tulisan ringkas ini. Semoga bermanfaat.</p>
<p>والحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Yulian Purnama<br />
Artikel www.muslim.or.id</p>
<p>Sumber :<br />
1. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-%E2%80%93-macam-doa-istiftah.html<br />
2. http://abuayaz.blogspot.com/2012/02/macam-macam-doa-istiftah.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=132&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/23/macam-macam-doa-istiftah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>~ Bersyukur kepada Allah atas anugerah ketaatan kepada-Nya ~</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/bersyukur-kepada-allah-atas-anugerah-ketaatan-kepada-nya/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/bersyukur-kepada-allah-atas-anugerah-ketaatan-kepada-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Fuad Hamzah Baraba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya seorang manusia apabila diberikan anugerah taufik oleh Allah Ta&#8217;ala untuk melakukan ketataatan kapada-Nya hendaklah ia memuji Allah atas karunia tersebut dan mensyukurinya. Sebagaimana firman Allah Ta&#8217;ala dalam hadits qudsi: فَمَنْ وَجَدَ خَيْراً فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ. &#8220;Barangsiapa Чαπƍ mendapatkan kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa Чαπƍ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=116&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya seorang manusia apabila diberikan anugerah taufik oleh Allah Ta&#8217;ala untuk melakukan ketataatan kapada-Nya hendaklah ia memuji Allah atas karunia tersebut dan mensyukurinya. Sebagaimana firman Allah Ta&#8217;ala dalam hadits qudsi:</p>
<p>فَمَنْ وَجَدَ خَيْراً فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ.</p>
<p><span id="more-116"></span>&#8220;Barangsiapa Чαπƍ mendapatkan kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa Чαπƍ mendapatkan selain itu (keburukan) maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. (HR. Muslim no: 2577).</p>
<p>Apabila sesorang dimudahkan dalam melakukan ketataatan, maka ketauhilah itu merupakan taufik dan anugerah Allah Ta&#8217;ala kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;"> Apabila ia memuji Allah عَزَّ وَجَلَّ terhadap apa Чαπƍ telah Dia anugerahkan kepadanya berupa ketaatan, berarti ia telah mensyukuri nikmat tersebut. Dan barangsiapa Чαπƍ mensyukuri nikmat Allah Ta&#8217;ala, maka Dia akan menambahkan nikmat-Nya. Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman:</p>
<div id="id_4f4461bd793d85d74395057" style="text-align:justify;">وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ&#8221;Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih&#8221;. (Q.S Ibrahim:7).</p>
</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Dan hendaknya ia tidak merasa ujub dengan ketaatan Чαπƍ δ¡lakukannya, tidak menisbahkannya semata-mata dikarenakan daya dan upaya serta kekuatan Чαπƍ ada pada dirinya. Karena hal itu merupakan sebab kehinaan dan akan menyebabkan dicabutnya anugerah tersebut darinya.</div>
<div style="text-align:justify;">وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِMudah-mudahan Allah عَزَّ وَجَلَّ memberikan kita iatiqomah δ¡ atas jalan keridhoan dan ketaatan-Nya.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">آمين يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْنَ</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=116&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/bersyukur-kepada-allah-atas-anugerah-ketaatan-kepada-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title># Gigitan Anjing Bagi Penghina Nabi صلى الله عليه وسلم #</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/gigitan-anjing-bagi-penghina-nabi-%d8%b5%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/gigitan-anjing-bagi-penghina-nabi-%d8%b5%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[عن جمال الدين إبراهيم بن محمد الطيبي أن بعض أمراء المغل تنصر فحضر عنده جماعة من كبار النصارى والمغل فجعل واحد منهم ينتقص النبي صلى الله عليه وسلم وهناك كلب صيد مربوط Jamaluddin Ibrahim bin Muhammad ath Thibi bercerita bahwa ada seorang penguasa Mongol yang semula muslim berubah menjadi nasrani. Suatu hari sejumlah pembesar Nasrani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=112&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">عن جمال الدين إبراهيم بن محمد الطيبي أن بعض أمراء المغل تنصر فحضر عنده جماعة من كبار النصارى والمغل فجعل واحد منهم ينتقص النبي صلى الله عليه وسلم وهناك كلب صيد مربوط</p>
<p>Jamaluddin Ibrahim bin Muhammad ath Thibi bercerita bahwa ada seorang penguasa Mongol yang semula muslim berubah menjadi nasrani. Suatu hari sejumlah pembesar Nasrani dan Mongol kumpul di majelisnya. Saat itu ada salah satu dari mereka yang menghina Nabi. Di ruangan itu terdapat anjing pemburu yang terikat.</p>
<p><span id="more-112"></span>فلما أكثر من ذلك وثب عليه الكلب فخمشه فخلصوه منه</p>
<p>Tatkala orang tersebut berulang kali menghina Nabi, tiba tiba anjing tersebut menerkamnya dan berhasil mencakar cakar wajahnya sebelum akhirnya orang orang yang hadir bisa menyelamatkannya dari cakaran anjing</p>
<div id="id_4f4461bd3defc2272838165" style="text-align:justify;">
<p>وقال بعض من حضر هذا بكلامك في محمد صلى الله عليه وسلم</p>
<p>Salah seorang hadiri berkomentar, “Tindakan anjing tersebut gara gara hinaanmu terhadap Muhammad”.</p>
<p>فقال كلا بل هذا الكلب عزيز النفس رآني أشير بيدي فظن أني أريد أن أضربه</p>
<p>“Bukan”, tukas orang tersebut dengan tegas, “Namun anjing itu terlalu Ge eR. Dia lihat aku berisyarat dengan tanganku ke arahnya lantas dia mengira bahwa aku ingin memukulnya”, lanjut orang itu.</p>
<p>ثم عاد إلى ما كان فيه فأطال فوثب الكلب مرة أخرى فقبض على زردمته فقلعها فمات من حينه فأسلم بسبب ذلك نحو أربعين ألفا من المغل</p>
<p>Kemudian dia kembali menghina Nabi bahkan berpanjang kata menghina Nabi maka tiba tiba anjing tersebut meloncat dan menggigit kerongkongannya lalu menariknya hingga putus. Matilah orang tersebut seketika. Kejadian ini menjadi sebab ada kurang lebih 40 ribu orang Mongol masuk Islam.<br />
[Durar Kaminah karya Ibnu Hajar al Asqalani as Syafii 1/386, Syamilah - ustadzaris.com].</p>
<p>::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=112&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/gigitan-anjing-bagi-penghina-nabi-%d8%b5%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%87-%d9%88%d8%b3%d9%84%d9%85/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‎# HATI Itu Bagaikan Benteng #</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/%e2%80%8e-hati-itu-bagaikan-benteng/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/%e2%80%8e-hati-itu-bagaikan-benteng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Abu Faiz Muhammad Husein]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[By : Ust. Abu Faiz Muhammad Husein  Disekelilingnya ada pagar dan pagar itu mempunyai beberapa pintu. Sekalipun pintu itu ditutup rapat, namun pagar itu masih memiliki celah2 yg dpt dimasuki. Bala tentara Iblis trs menerus melancarkan serangan, agar peperangan trs berkecamuk ddlm hati. Hanya kesempurnaan pikiran dan kejernihan dzikirlah yg dpt mjd benteng. Selama Iman ttp [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=109&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">By : Ust. Abu Faiz Muhammad Husein</p>
<p style="text-align:justify;"> Disekelilingnya ada pagar dan pagar itu mempunyai beberapa pintu. Sekalipun pintu itu ditutup rapat, namun pagar itu masih memiliki celah2 yg dpt dimasuki. Bala tentara Iblis trs menerus melancarkan serangan, agar peperangan trs berkecamuk ddlm hati.</p>
<div id="id_4f4461bd3ce2c3727029942" style="text-align:justify;"><span id="more-109"></span>Hanya kesempurnaan pikiran dan kejernihan dzikirlah yg dpt mjd benteng. Selama Iman ttp kokoh, mk anak panah musuh tidak akan smp dkancah peperangan. Seseorang pernah bertanya kpd Hasan al-Basri,&#8221;Apakah Iblis juga tidur?&#8221; Beliau mjwb,&#8221;Andaikata Iblis tidur, tentu kita bs beristirahat.&#8221;(Talbis Iblis, Ibnu Jauzi)<br />
♥ ♥ ♥</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">Syaikh As-Sa&#8217;di berkata, &#8220;Kerasnya hati termasuk hukuman yg paling parah yg menimpa manusia. Ayat2 dan peringatan tidak lagi bermanfaat baginya. Dia tidak merasa takut melakukan kejelekan dan tidak terpacu melakukan kebaikan, shg petunjuk (ilmu) yg smp kpdnya bukan menambah kebaikannya tapi justru menambah buruk keadaannya.&#8221;<br />
- Wal &#8216;iyadzubillah -Ibnul Qayyim mengatakan, &#8220;Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kpd ALLAH Ta&#8217;ala, maka ketahuilah bhw sesungguhnya kekeringan mata itu bersumber dr kerasnya Hati. Dan Hati yang paling keras adalah hati orang2 yg jauh dr ALLAH .&#8221;<br />
[Bada'i Al-Fawaid (3/743)]<br />
♥ ♥ ♥</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">‎&#8221;Ketahuilah didalam jasad ada segumpal daging. Apabila baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, dia adalah HATI.&#8221;<br />
(HR. Bukhari dan Muslim)</div>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=109&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/%e2%80%8e-hati-itu-bagaikan-benteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat &amp; Rahasia Jodoh</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/nasehat-rahasia-jodoh/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/nasehat-rahasia-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Makhluk yg pertama kali Diciptakan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala adalah al-Qalam. Dg al-qalam, Allah menuliskan takdir manusia dlm Lauhil Mahfuzh, induk segala kitab. Salah satu yg tertulis di sana, adalah jodoh. Jadi, jodoh adalah sebuah ketetapan dari Allah Azza wa Jalla. Ia akan datang, meskipun saat ini barangkali kita belum siap, atau tak juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=105&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bismillah,<br />
Makhluk yg pertama kali Diciptakan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala adalah al-Qalam. Dg al-qalam, Allah menuliskan takdir manusia dlm Lauhil Mahfuzh, induk segala kitab.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu yg tertulis di sana, adalah jodoh. Jadi, jodoh adalah sebuah ketetapan dari Allah Azza wa Jalla. Ia akan datang, meskipun saat ini barangkali kita belum siap, atau tak juga datang meskipun kita merasa sangat siap. <span id="more-105"></span>Seorang guru saya pernah mengatakan, pernikahan itu ibarat kematian, kita tak bisa memprediksi, hanya bisa mempersiapkan.<br />
Jadi, sikap terbaik menghadapi hal yg satu ini adlah TAWAKAL. Tetapi, jgn abaikan ikhtiar. Ikhtiar sangat perlu, hanya saja, Allah memiliki sifat Qudrat dan Iradat yg perlu kita hadapi dgn kepasrahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa pandangan saya mengenai pernikahan :</p>
<p>1. Pernikahan adalah bentuk ibadah, jd jgn pernah ada kata ITSAR dlm pernikahan. Jika ada seorang meminang, dan secara dien dia baik, kemudian kita merasa mantap, mengapa kita menolaknya?</p>
<p>2. Sebuah ibadah, bisa diterima atau tidak, tergantung NIAT dan cara pelaksanaannya. Maka, nikah bukanlah akhir dr perjalanan hidup seseorang. Ia bahkan awal dr sebuah perjalanan yg melelahkan. Niat bisa berubah di tengah2 proses, bahkan menjelang akhir proses, kematian. Maka, mari kita selalu meng-up-grade niat, dan memperbaiki cara kita berinteraksi dg pasangan kita, meski usia pernikahan sdh tak terbilang muda. Lima tahun, sepuluh tahun, tiga puluh tahun..</p>
<p style="text-align:justify;">3. Nikah adalah separuh dien. Jika baik, ia adalah separuh jln menuju surga. Tetapi jika buruk, maka ia adalah separuh jln menuju neraka. Na&#8217;udzubillahi min dzaalik.</p>
<p>4. Nikah bukanlah sebuah pesta pora. Bukanlah prestasi. Bukanlah sebuah kemenangan. Bukanlah sesuatu yg harus dipamerkan. Jadi, jagalah sikap kita. Seringkali para pasangan muda terlalu over memamerkan kemesraannya di hadapan org2 yg masih lajang.</p>
<p>5. Ketika kita menikah, amanah kita bertambah. Ketika punya anak, semakin bertambah lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, hisab kita di akhirat kelak, akan semakin panjang. &#8220;Bagaimana engkau bersikap terhadap pasanganmu, anak2mu, mertuamu, adik-kakak iparmu, dst..&#8221; Jadi, wahai para lajang, yg telah ingin menikah namun karena takdir Allah, pasangan belum datang, sesungguhnya beban antum wa antunna kelak di akhirat, jauh lbh ringan daripada para ibu, para bapak, yg kerepotan dgn tanggung jawab anak2 mereka. Bukankah Surga itu jauh lebih indah daripada apapun? Bukankah surga, dan ridho-Nya, adalah tujuan utama setiap manusia? Sedangkan menikah, berkeluarga, hanyalah sarana. Ketika Allah menakdirkan kita untuk tetap lajang, sesungguhnya jika kita ridho, maka Allah telah memberikan beban yg lebih ringan untuk menuju surga.</p>
<p style="text-align:justify;">‎6. Akan tetapi, menikah tetaplah harus diusahakan. Ikhtiar hrs dioptimalkan. Maka para ikhwan, mari berusaha lbh kuat dlm mencari ma&#8217;isyah. Ayo bekerja lbh keras lagi dalam meng-up grade diri. Jangan bermalas-malasan. Lihatlah deretan para akhwat yg tengah menanti..kasihan sekali mereka karena antum seringkali terlalu banyak pertimbangan. Ayo bina para lelaki yg lain, agar mereka bisa se-sholeh antum, krn bagaimanapun juga, populasi lelaki sholeh saat ini begitu sedikit dibanding perempuan sholihah. Dan para perempuan sholihah, ayo perkuat diri, bersiaplah menjadi Ummu Sulaim-Ummu Sulaim baru, yg mampu menghijrahkan Abu Thalhah dan menjadikan keislaman Abu Thalhah sebagai mahar pernikahan mereka. Dan wahai para murabbi dan murabbiyyah marilah kita berpikir lbh keras, lbh keras dan lbh keras lagi..agar kita mampu mengikhtiarkan perjodohan saudara-saudari kita, dg proses yg indah dan bersih.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</p>
<p>::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=105&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/nasehat-rahasia-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#ALLAH MAHA KAYA &amp; MAHA PEMBERI REZEKI#</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/allah-maha-kaya-maha-pemberi-rezeki/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/allah-maha-kaya-maha-pemberi-rezeki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Sungguh اللّه memberi rizki tanpa ada kesulitan &#38; sama sekali tak terbebani. Ath-Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, &#8220;اللّه itu Maha Pemberi Rizki &#38; sama sekali tak terbebani&#8221;. Seandainya semua makhluk meminta pada اللّه, Dia akan memberikan pada mereka &#38; itu sama sekali tak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikitpun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=101&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bismillah,</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh اللّه memberi rizki tanpa ada kesulitan &amp; sama sekali tak terbebani. Ath-Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, &#8220;اللّه itu Maha Pemberi Rizki &amp; sama sekali tak terbebani&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya semua makhluk meminta pada اللّه, Dia akan memberikan pada mereka &amp; itu sama sekali tak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikitpun juga. <span id="more-101"></span>Dalam hadits qudsi disebutkan, اللّه Ta&#8217;ala berfirman Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yg terdahulu &amp; orang-orang yg belakangan serta semua jin &amp; manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tak akan mengurangi kekuasaan yg ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan&#8221; [HSR Muslim #2577 dari Abu Dzar al-Ghifari].</p>
<p>Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, &#8220;Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada اللّه &amp; meminta segala kebutuhan pada-Nya&#8221; [Jaami'ul 'Ulum wal Hikam, 2:48].</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadits dikatakan, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, &#8220;اللّه Ta&#8217;ala berfirman padaku, &#8216;Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberi ganti) kepadamu.&#8217; Dan Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, &#8220;Pemberian اللّه selalu cukup &amp; tak pernah berkurang walaupun mengalir siang &amp; malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan اللّه sejak terciptanya langit &amp; bumi? Sesungguhnya apa yang ada di tangan اللّه tak pernah berkurang karenanya&#8221; [HSR Bukhari #4684; Muslim #993].</p>
<p>Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata, &#8220;اللّه sungguh Maha Kaya. اللّه yg memegang setiap rizki yg tak terhingga, yakni melebihi apa yg diketahui setiap makhluk-Nya&#8221; [Fathul Bari 13:395].</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=101&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/allah-maha-kaya-maha-pemberi-rezeki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title># Meniti Jalan Meraih Kecintaan اَللّهُ # Sebuah Catatan Singkat dari Istiqlal</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/meniti-jalan-meraih-kecintaan-%d8%a7%d9%8e%d9%84%d9%84%d9%91%d9%87%d9%8f-sebuah-catatan-singkat-dari-istiqlal/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/meniti-jalan-meraih-kecintaan-%d8%a7%d9%8e%d9%84%d9%84%d9%91%d9%87%d9%8f-sebuah-catatan-singkat-dari-istiqlal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prof. DR. Syeikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Ahad, 19 Februari 2012 , Oleh: Syaikh Prof. DR. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr ‎10 sebab untuk meraih kecintaan Allah subhanahu wata&#8217;ala 1. Memberikan perhatian yg serius terhadap Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya. &#8220;Apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran? Sekiranya Al Quran itu tidak datang dari sisi Allah Azza wa Jalla, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=96&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ahad, 19 Februari 2012 ,</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh: Syaikh Prof. DR. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr</p>
<p style="text-align:justify;">‎10 sebab untuk meraih kecintaan Allah subhanahu wata&#8217;ala</p>
<p style="text-align:justify;">1. Memberikan perhatian yg serius terhadap Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran? Sekiranya Al Quran itu tidak datang dari sisi Allah Azza wa Jalla, maka tentulah mereka temukan banyak pertentangan di dalamnya.&#8221;</p>
<p>2. Mengenal asma-asma Allah yang husna (baik) dan shifatnya yang tinggi/mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Allah memiliki nama-nama yang indah, maka berdoalah dengan nama-nama itu. Orang yang paling mengenal Allah, maka dialah yang paling besar rasa takutnya pada Allah, dan paling jauh dari perbuatan maksiat. &#8221;Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah itu hanyalah orang-orang yang berilmu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-96"></span>‎3. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan banyak berdoa padaNya, dan bersungguh-bersungguh meminta pada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan jika hambaKu bertanya padamu tentangKu, maka katakanlah bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan doa mereka jika mereka berdoa.&#8221; (QS Al Baqarah 185)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan doa yg diajarkan:<br />
&#8220;Ya Allah aku memohon padaMu, kecintaan padaMu, kecintaan pada orang yang mencintaiMu, dan kecintaan pada amal yang mendekatkan diri pada kecintaanMu.&#8221;<br />
&#8220;Ya Allah sesungguhnya aku menzhalimi diriku dengan kezhaliman yg besar, maka ampuni aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>4. Memberikan kesungguhan dalam melaksanakan amalan-amalan wajib dari Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu berusaha menundukkan hawa nafsu dan menghiasi dengan amalan-amalan sunnah. Hadits Qudsi, bahwa Allah mencintai seorang hamba yang melakukan amalan wajib kemudian amalan sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">‎5. Bersungguh-sungguh menundukkan hawa nafsu untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah. Karena semua dosa dan maksiat akan menjadikan tertutupnya hati manusia, bahkan menjerumuskan ke dalam jurang kebinasaan.</p>
<p>6. Selalu mendahulukan apa-apa yang dicintai Allah daripada yang kita cintai. Dan menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai dari yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">‎7. Merenungkan nikmat Allah yang dianugerahkan pada manusia. Allah telah memberikan apa-apa yang kalian minta. Jika kita hitung maka tidak akan terhitung banyak nikmatNya.</p>
<p>8. Bergaul dengan orang-orang shalih, mereka yang bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan yang dicintai Allah. Untuk mengambil manfaat dari nasehat mereka, amalan mereka, meneladani akhlak mereka.<br />
&#8220;Seseorang itu agamanya sesuai dengan agama orang terdekatnya. Maka lihatlah siapa orang terdekatmu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">‎9. Berusaha sungguh-sungguh untuk beribadah di sepertiga malam terakhir.<br />
Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam. Dia berfirman, Siapa yang berdoa padaKu, Aku kabulkan doanya, Siapa yang memintaKu akan Kuberi, yang memohon ampun padaKu, Aku ampuni dosa2nya.</p>
<p>10. Terus menerus berdzikir pada Allah subhanahu wata&#8217;ala.<br />
&#8220;Orang2 yang beriman yg hati mereka merasakan ketenangan dan kedamaian ketika mengingat Allah. Sesungguhnya dengan berdzikir maka hati menjadi tenang.&#8221;<br />
Barangsiapa mencintai sesuatu, dia akan banyak menyebut-nyebut yang dia cintai itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian 10 sebab untuk meraih kecintaan Allah subhanahu wata&#8217;ala.<br />
Bukan berarti hanya ada 10, masih ada sebab2 yang lain. Hanya saja semoga 10 hal ini menjadi pengingat bagi kita. Dan akhir dakwah kami,<br />
الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya.</p>
<p>**dicatat dan diringkas oleh Al Akh Ristiyan Ragil Hafidzhahullahu.<br />
Sumber:<a href="http://m.salamdakwah.com/baca-forum/meniti-jalan-meraih-kecintaan-allah,-sebuah-catatan-singkat-dari-istiqlal.html" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://m.salamdakwah.com/baca-forum/meniti-jalan-meraih-kecintaan-allah,-sebuah-catatan-singkat-dari-istiqlal.html</a></p>
<p>Semoga Bermanfaat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=96&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/22/meniti-jalan-meraih-kecintaan-%d8%a7%d9%8e%d9%84%d9%84%d9%91%d9%87%d9%8f-sebuah-catatan-singkat-dari-istiqlal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title># Keadaan Kita Setelah Kematian #</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/keadaan-kita-setelah-kematian/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/keadaan-kita-setelah-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 10:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Kholid Syamhudi Lc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya apabila mayit telah dikuburkan, dia mendengar derap alas kaki orang yang mengantarkannya ketika kembali dari tempat pemakaman. Jika dia seorang mukmin, maka ibadah shalat akan berada di kepalanya, puasa berada di samping kanannya, zakat di sebelah kirinya, sementara seluruh perbuatan baiknya seperti sedekah, silaturrahim, amalan yang ma’ruf dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=93&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda,</p>
<p>“Sesungguhnya apabila mayit telah dikuburkan, dia mendengar derap alas kaki orang yang mengantarkannya ketika kembali dari tempat pemakaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-93"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika dia seorang mukmin, maka ibadah shalat akan berada di kepalanya, puasa berada di samping kanannya, zakat di sebelah kirinya, sementara seluruh perbuatan baiknya seperti sedekah, silaturrahim, amalan yang ma’ruf dan perlakuan baiknya kepada manusia berada di kedua kakinya.<br />
Lantas ia didatangi dari arah kepalanya, sehingga amalan shalat berkata, ‘Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini).’ Dia juga didatangi dari sebelah kanan sehingga amalan puasanya berkata, ‘Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini).’ Ia kembali didatangi dari arah kiri, sehingga amalan zakatnya berkata, ‘Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini).’ Kemudian ia didatangi dari arah kedua kakinya, sehingga segala perbuatan yang baik, seperti sedekah, silaturrahim amalan yang ma’ruf dan perlakuan kepada manusia berkata, ‘Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini).’</p>
<p style="text-align:justify;"> Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Duduklah dengan tenang!’ Orang mukmin itu duduk dan ia diibaratkan seperti matahari yang tenggelam. Para malaikat bertanya kepadanya, ‘Apa yang telah kamu katakan tentang lelaki yang diutus kepada kalian (yang dimaksud adalah Nabi Muhammad)? apa yang engkau persaksikan atasnya? Orang mukmin itu menjawab, ‘Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan shalat terlebih dahulu.’ Dikatakan kepadanya, ‘Engkau boleh mengerjakannya, tetapi jawablah terlebih dahulu pertanyaan yang kami ajukan kepadamu, ‘Apa pendapatmu tentang seorang lelaki yang berada di tengah-tengahmu, apa komentarmu? Apa yang engkau persaksikan atasnya?’</p>
<p style="text-align:justify;">Orang mukmin itu menjawab, ‘Lelaki itu adalah Muhammad, aku bersaksi bahwa dia itu Rasulullah , dia telah datang kepada kami dengan membawa kebenaran dari sisi Allah.’<br />
Dikatakan kepadanya, ‘Ya, kamu benar, kamu telah hidup berdasarkan keyakinan ini, meninggal dunia juga dengan keyakinan ini dan akan dibangkitkan berdasarkan keyakinan ini Insya Allah.’<br />
Lantas dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu surga, kemudian dikatakan kepadanya, ‘Inilah tempat tinggalmu dan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah untukmu.’ Maka dia merasa lebih bahagia dan gembira. Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu neraka, sambil dikatakan, ‘Inilah tempat tinggalmu dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah jika kamu berbuat maksiat kepadanya.’ Dia semakin merasa gembira dan bahagia (karena tidak termasuk golongan ahli maksiat).</p>
<p style="text-align:justify;"> Kemudian kuburannya dilapangkan sepanjang 70 hasta, diberikan lampu penerang dan jasadnya dikembalikan seperti semula, dan ruhnya diletakkan ke dalam burung yang bertengger di atas pohon dalam surga. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah,<br />
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ<br />
‘Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit (ucapan yang teguh) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun apabila orang tersebut kafir, maka ia akan didatangi di kuburnya dari arah kepalanya dan ia tidak menemukan suatu kebaikan apapun (yang bisa melindunginya). Kemudian didatangi dari sebelah kanannya, dan ia tidak menemukan kebaikan apapun (yang bisa melindunginya). Lalu didatangi dari bagian kedua kakinya, ia juga tidak menemukan kebaikan apapun.<br />
Lantas dikatakan kepadanya, ‘Duduklah,’ kemudian ia duduk dengan perasaan takut dan gelisah. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Apa yang dulu kamu katakan tentang laki-laki yang berada di tengah-tengah kalian?’<br />
Ia tidak diberi petunjuk tentang nama lelaki itu (bahwa lelaki tersebut adalah Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam). Orang kafir itu menjawab, ‘Aku tidak tahu, memang aku dulu mendengar orang-orang telah mengatakan sesuatu, sehingga aku ikut-ikutan mengatakan apa yang mereka katakan.’</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu dikatakan kepadanya, ‘Berdasarkan ketidaktahuan (keraguan) inilah kamu telah menjalani hidup, dan berdasarkan (keraguan) inilah kamu mati, serta berdasarkan (keraguan) inilah kamu akan dibangkitkan (dari kubur) Insya Allah.’<br />
Kemudian dibukakan untuknya salah satu pintu dari pintu-pintu neraka, dan dikatakan kepadanya, ‘Inilah tempat tinggalmu di neraka dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah untukmu.’ Dan ia merasa lebih rugi dan menyesal. Kemudian dibukakan untuknya salah satu pintu dari pintu-pintu surga, dan dikatakan kepadanya, Inilah tempat tinggalmu di surga jika kamu taat kepada Allah.’ Maka ia menjadi semakin rugi dan menyesal (karena tidak termasuk ahli taat).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian disempitkan kuburannya hingga tulang-tulang rusuknya saling bertindih dan menjadi ringsek. Itulah kehidupan sempit sebagaimana yang dimaksud dalam firman Allah,<br />
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى<br />
‘Dan barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.’ (Thaha: 124).” [ HR. Ibnu Hibban, 777]<br />
Mari bersiap2 utk itu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=93&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/keadaan-kita-setelah-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title># Yang Perlu Dicontoh #</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/yang-perlu-dicontoh/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/yang-perlu-dicontoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 10:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Kholid Syamhudi Lc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Malik telah meriwayatkan dalam Muwaththa’, “Bahwasanya telah sampai kepadanya dari Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa seorang miskin meminta kepadanya, sedang dia berpuasa dan tidak ada suatu makanan pun di rumahnya kecuali roti kering, lalu dia berkata kepada pelayannya, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’, pelayan itu berkata, ‘Tidak ada lagi makanan yang dapat engkau makan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=90&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malik telah meriwayatkan dalam Muwaththa’, “Bahwasanya telah sampai kepadanya dari Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa seorang miskin meminta kepadanya, sedang dia berpuasa dan tidak ada suatu makanan pun di rumahnya kecuali roti kering, lalu dia berkata kepada pelayannya, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’,</p>
<p>pelayan itu berkata, ‘Tidak ada lagi makanan yang dapat engkau makan untuk berbuka’,</p>
<p>Aisyah berkata, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’, dia berkata, ‘Lalu saya memberikannya’,</p>
<div id="id_4f3b834aad85d8205533414">Dan di sore hari kami diberi sebuah hadiah dari keluarga atau dari seseorang yang tidak pernah menghadiahkan kepada kami seekor domba, dan dia menutupinya dengan pengharum, lalu Aisyah memanggilku seraya berkata, ‘Makanlah makanan ini, hal ini lebih baik dari sepotong rotimu tadi’.”Dan dari Ibnu az-Zubair -semoha Allah meridhoinya- berkata, “Saya tidak pernah melihat dua wanita yang lebih dermawan daripada Aisyah dan Asma’ radhiallahu ‘anhuma. Adapun Aisyah, ia selalu mengumpulkan sesuatu hingga bila telah terkumpul banyak, maka dia membagi-bagikannya,</p>
<p>sedangkan Asma’ maka dia tidak menyimpan sesuatu pun untuk keesokan harinya.” ( HR. Al-Bukhari, al-Adab al-Mufrad, hal. 43.)</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=90&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/yang-perlu-dicontoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title># Jangan Tertawakan Dia #</title>
		<link>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/jangan-tertawakan-dia/</link>
		<comments>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/jangan-tertawakan-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 10:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Rabbani Al Bughizy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburabbani.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Al Bukhari rahimahullah bercerita: &#8220;Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka. seorang muaddib berkata kepadaku: &#8220;Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?&#8221; Aku menjawab, &#8220;Dua.&#8221; Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku. Salah seorang syaikh berkata, &#8220;Jangan kalian tertawa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=87&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al Bukhari rahimahullah bercerita:<br />
&#8220;Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka.<br />
seorang muaddib berkata kepadaku: &#8220;Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab, &#8220;Dua.&#8221; Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku.<br />
Salah seorang syaikh berkata, &#8220;Jangan kalian tertawa, barangkali suatu ketika nanti, dia yang akan mentertawakan kalian.&#8221;<br />
(Siyar A&#8217;laam An Nubala 12/401).</p>
<p>Ternyata benar..<br />
Imam Bukhari menjadi besar..<br />
Semua ulama memujinya..</p>
<p>Maka..<br />
Janganlah suka mentertawakan mereka yang baru belajar..</p>
<p>Barangkali suatu ketika nanti..<br />
Ia menjadi ulama besar..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aburabbani.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aburabbani.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aburabbani.wordpress.com&amp;blog=8307365&amp;post=87&amp;subd=aburabbani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aburabbani.wordpress.com/2012/02/15/jangan-tertawakan-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0acee2449b4d2654bb0d5ae8249e124?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aburabbani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
